People Person: A Good Vibes in Community.

Sebagai makhluk sosial, kita pasti sangat membutuhkan peran dan keberadaan orang lain dalam kehidupan kita. Mustahil jika kita mampu menjalani kehidupan ini sendiri. Bahkan sekadar membeli sabun mandi saja, kita pasti berhubungan dengan orang lain, secara langsung maupun tidak langsung. Benarkah begitu?

Menjalin hubungan dengan orang lain bisa dikatakan sangat mudah. Kita hanya tinggal berkenalan dan memulai percakapan. Tetapi, apakah iya semudah itu? Bahkan saat ini sudah mulai sering dikenal istilah “Teman dikala butuh saja.” Jika sudah dicap seperti ini, wah kita berarti dalam masalah besar!

Nyatanya, tidak semua orang mampu menjadi initiator dalam menjalin hubungan. Bahkan, tidak semua orang juga mampu bersikap ramah. Tentu saja demikian, karena tidak semua orang memiliki sifat yang sama. Sehingga, dalam suatu lingkungan, pasti ada orang-orang yang berusaha lebih keras untuk menjadi orang yang “bersikap ramah.”

A People Person?

Sebenarnya, saya sendiri belum menemukan definisi sesungguhnya mengenai people person. Tetapi, people person yang saya pahami adalah mengenai bagaimana kita bersikap dan bertingkah terhadap orang lain. Misalnya, mengenai apakah hal yang kita lakukan adalah benar? Apakah kita dapat diterima dan menerima keberadaan orang lain?

Dalam people person, kita akan dihadapi banyak sekali masalah-masalah sederhana dalam berhubungan yang dapat menyebabkan hal yang serius. Misalnya, ketika seseorang yang terbiasa untuk tidak banyak berbicara, tetapi dianggap sebagai orang yang jutek dan tidak ramah. Akhirnya orang tersebut tidak diajak berteman dan malah dipojokkan.

Padahal, orang yang menunjukkan sikap ramahnya, belum tentu dia adalah sebenarnya ramah. Bisa saja itu hanya topeng mereka untuk mendapatkan keuntungan yang ia cari. Ya seperti telah disebut, yaitu “teman dikala butuh saja.”

Lantas bagaimana kita menghadapi permasalahan ini?

Kalau begitu, mari kita mulai dengan pengertian dari people management.

People Management

People management merupakan topik yang mencakup mengembangkan, mengatur, dan memecahkan masalah. Keterampilan ini diukur dari bagaimana kemampuan kita dalam menengahi masalah antar individu, terutama dalam anggota tim. Misalnya, ketika kita tidak ingin memiliki teman yang galak, jutek, atau yang cuek terhadap kita. Lalu pada ranah tim, kita tidak ingin memiliki anggota tim yang pasif dan sulit untuk diajak berkomunikasi. Tetapi apakah anda tau bahwa

Kita tidak bisa membuat orang lain menyesuaikan kemauan dan keinginan kita.

Maka, disinilah people management hadir untuk mengatasi masalah tersebut. Kita dapat membangun keterampilan people management dengan memulai perubahan kecil dalam pola pikir dan perspektif kita. Berikut telah saya tuliskan tips-tips yang dapat diimplementasikan dalam menumbuhnkan keterampilan people management.

  • People management starts with listening, and listening starts before you think it does.

Menurut Dianne Schilling, an expert on emotional intelligence, beliau menyatakan bahwa

Keys to listening well include keeping an open mind and not jumping to conclusions before or during conversations

Ini berarti kita tidak dapat memberikan asumsi tentang apa yang dipikirkan oleh teman/orang lain. Biasakan untuk mendengar sampai habis, baru kita berikan pendapat terhadap apa yang dibicarakan. Sebenarnya, hal sesederhana ini telah diajarkan pada masa sekolah dasar, yaitu kita tidak boleh memotong pembicaraan orang yang sedang berbicara.

  • Start to being honest to everyone

Berlaku jujur sebenarnya tidak membutuhkan effort apapun. Karena alaminya memang kita harus berlaku jujur kepada siapapun. Karena hal terpentign dalam menjalin hubungan adalah kepercayaan. Kepercayaan mudah sekali dibangun dengan memulai untuk berkata jujur baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Dengan membangun kepercayaan, hal ini memudahkan orang lain juga dalam memahami diri kita.

  • Learn to separate personal problems from organizational problems.

Saling membantu ketika teman dalam masalah adalah hal yang benar. Tetapi kita harus pandai menempatkan diri kita. Jangan sampai teman kita merasa tidak nyaman ketika kita menawarkan bantuan kita, misalnya ketika yang dihadapi adalah masalah pribadi. Hal yang sebenarnya harus kita lakukan, yaitu kita harus ada ketika teman membutuhkan bantuan. Ini akan jauh lebih dihargai daripada kita pusing-pusing berusaha untuk memecahkan masalah teman kita yang belum tentu ia ingin dibantu.

  • Understand each person.

Seperti yang kita ketahui bahwa sifat dari masing-masing orang adalah berbeda. Maka, disini kita perlu memahami orang tersebut secara personal. Dimulai dari mengerti hal apa yang disukainya, yang tidak disukainya, serta visi dan misi nya. Dengan kita memulai untuk memahami orang lain, maka secara tidak langsung kita akan mendapatkan hati nya. Dengan demikian, kita akan mudah menjalin hubungan jangka panjang dengannya.

  • Balance praise and criticism wisely.

Siapa orang yang tidak senang dipuji? Atau siapa orang yang senang untuk dikritik? Tetapi kedua hal tersebut merupakan hal yang setiap orang perlu dapatkan. Memberikan pujian terhadap orang lain adalah benar, artinya kita menghargai usaha/hal apa yang telah ia lakukan untuk menjalankan sesuatu. Tetapi jika pujian yang diberikan adalah berupa kebohongan, hal tersebut bukan hanya membahayakan orang yang dipuji, tetapi akan membahayakan kita yang memberikan pujian tersebut! Bayangkan ketika orang tersebut merasa bahwa ia layak terhadap sesuatu akibat pujian yang kita berikan, padahal tidak. Hal tersebut memungkinkan mereka untuk patah semangat dan merasa bahwa kita tidak benar-benar mengatakan hal itu kepadanya.

Disamping memberikan pujian, kita juga perlu memperhatikannya dengan memberikan kritik. Kritik yang dimaksud adalah kritik yang membangun agar orang/teman yang kita nilai dapat berkembang lebih baik lagi. Sehingga, keseimbangan antara pujian dan kritik harus dijaga.

  • Check in when nothing is wrong.

Dalam menjalani kehidupan, kita pasti akan selalu menghadapi rintangan dan cobaan. Bahkan memberikan makan kucing saja bisa dianggap rintangan. Bayangkan ketika kita mahal-mahal membeli makanan kucing tetapi kucing tersebut tidak doyan. Cobaan sekali bukan?

Poin ini menjelaskan bahwa pentingnya untuk terus melakukan cek terhadap setiap kondisi, which means kita harus terus menjaga komunikasi dengan teman-teman kita. Karena kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi selanjutnya, yang kita bisa lakukan hanyalah untuk terus menjalaninya.

Mungkin akan terasa effort untuk menjaga hal tersebut, tetapi bayangkan saja misalnya kita lama tidak berkomunikasi dan teman kita menganggap kita sudah tidak peduli dengannya, maka pada saat momen tertentu kita merasa tidak diajak olehnya. Atau ketika ternyata kita sedang membutuhkan bantuan teman kita, tetapi karena kita jarang berkomunikasi yang membuat teman kita menganggap kita datang ketika butuh saja. Malah menjadi rumit bukan?

Meet our team: Pada Pengen Lulus.

Tim Pada Pengen Lulus merupakan tim saya dan teman-teman dalam menjalankan Proyek Perangkat Lunak semester ini. Tim kami terdiri dari 5 orang yang memiliki background yang berbeda, hingga circle pertemanan yang berbeda. Namun kita berhasil membangun lingkungan tim yang sehat. Selain mengikuti meetings yang dijadwalkan pada mata kuliah PPL, kami juga mengadakan pertemuan diluar jam tersebut untuk membangun trust dan solid antara kami berlima. Setiap masalah yang terjadi selalu dapat terpecahkan dengan baik, karena kami selalu saling melaporkan kondisi apabila terdapat masalah, sesederhana apapun itu. Bagi kami, sesulit apapun proyek yang dihadapi, apabila internal tim kami kuat, maka pengerjan proyek apapun pasti akan terasa mudah.

Thanks For Reading!

Follow my medium for more articles.

Also, if you want to browse other content, here are my Social Media😁:

Linkedin

YouTube

Instagram

References:

Usualize the Unusualize

Usualize the Unusualize